5 Rekomendasi Material Bangunan Rumah yang Ramah Lingkungan!

Kondisi bumi kita saat ini semakin buruk setiap harinya, hal ini mengingkatkan kita akan bajaya dari global warming. Apalagi kondisi ini didukung dengan perilaku manusia yang kurang menjaga lingkungan dan juga perubahan terhadap cuaca yang drastis. Beralih menggunakan material yang ramah lingkungan seperti menggunakan kantong belanja dari kain, sedotan stainless steel, atau peralatan makan dari kayu adalah salah satu contoh antisipasi mengurangi dampak global warming.

Namun, tidak hanya melakukan perubahan pada kebutuhan sehari-hari, material yang ramah lingkungan ini juga dapat untuk membangun rumah. Hal ini akan membantu mengurangi dampak terhadap global warming dan juga rumah akan terasa lebih sejuk.

–                                           

Lantas, apa saja material bangunan untuk rumah yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak akan global warming? Jika kamu penasaran, yuk simak artikel berikut ini!

  • Baja ringan

Sejak zaman dahulu, orang-orang mulai membangun rumah dengan bahan kayu untuk kerangka atap serta kusen. Namun, kayu ini bukan material yang ramah lingkungan karena dengan meningkatnya permintaan atas kayu untuk material bangunan, maka akan menyebabkan penggundulan hutan secara masal.

Oleh karena itu, sebagai alternatif kamu dapat menggunakan rangka atap yang terbuat dari baja ringan yang tidak kalah kuat dari kayu. Baja ringan ini dapat didaur ulang berkali-kali dan hal ini akan menghemat biaya perawatan juga karena artinya kamu tidak membutuhkan obat anti rayap.

  • Bambu

Bambu juga dapat digunakan sebagai material bangunan yang ramah lingkungan sebagai pengganti kayu. Material ini belakangan cukup populer. Bambu sendiri sudah dipakai sejak zaman dulu dan sering digunakan karena sangat kuat dalam menopang beban-beban yang berat meski bobo dari bambunya sendiri ringan.

Bambu juga adalah tanaman yang tumbuh cepat sehingga tidak perlu khawatir akan kekurangan stok dari bambu. Tidak hanya dapat menjadi material bangunan yang ramah lingkungan, bambu juga dapat meningkatkan nilai estetika dalam sebuah bangunan.

  • Tanah yang dipadatkan

Tahukan kamu jika tanah yang dipadatkan dapat digunakan unutk material ramah lingkungan untuk membangun rumah? Teknik ini sudah dipakai oleh nenek moyang ejak ribuan tahun lalu dan sudah terbukti jika material ini tahan lama.

Tanah tersebut dapatk dijadikan sebagai material bangunan yang ramah lingkungan untuk mengganti beton yang kualitas serta kekuatannya tidak kalah saing. Dengan menggunakan material tersebut, rumah akan terasa lebih sejuk dan alami.

  • Hempcrete

Banyak orang yang mengakui jika hempcrete adalah material bangunan yang ramah lingkungan. Hempcrete adalah beton modern yang terbuat dari serat tanaman hemp. Serat tersebut dicampur dengan kapur sehingga adonan dari campuran tersebut akan menyerupai beton biasa.

Keunggulan dari hempcrete adalah bobotnya ringan, namun dapat menahan beban yang berat. Hempcrete ini disebut sebagai material yang ramah lingkungan karena tanaman hemp di alam bebas sangatlah banyak. Hal terebut karena pertumbuhan tanaman hemp ini sangat cepat.

  • Ashcrete

Ashcrete merupakan inovasi material yang ramah lingkungan. Material tersebut dibuat menggunakan abu dari hasil pembakaran batu bara. Adanya ashcrete ini disebut mampu menggantukan penggunaan semen dan daya rekat dari ashcrete ini sangat kuat.

Itulah rekomendasi material-material bangunan yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak global warming. Material-material tersebut mudah ditemukan dan sudah banyak bangunan baru yang menggunakan material tersebut demi menjaga lingkungan agar tidak tambah rusak.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat! Jangan lupa untuk mengunjungi artikel-artikel kami yang lain juga. Di My Property Indonesia kamu akan menemukan berbagai informasi seputar properti yang sesuai budget kalangan muda.

+ posts

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Padjadjaran

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment
    Lewat ke baris perkakas