Tips Beli Rumah Lewat Developer

Di era masa kini, banyak orang yang berpikir untuk memiliki rumah pribadi. Hal itu didasari karena semakin mudahnya masyarakat untuk mendapatkan rumah impian mereka. Misalnya saja melalui internet, atau melalui agen perumahan seperti developer perumahan.

Namun, di tengah kemudahan membeli rumah, pasti ada saja yang membuat kita khawatir. Misalnya saja penipuan yang biasa kita dengar dilakukan developer perumahan.

Meski begitu, resiko masih bisa kita atasi. Berikut ini terdapat lima tips yang bisa kamu perhatikan agar bisa tetap aman saat membeli rumah melalui developer. Diantaranya sebagai berikut.

1. Lihat Reputasi Pengembang

Hal pertama yang mendasar untuk kamu lakukan, adalah dengan terlebih dahulu melihat reputasi pengembang atau developer rumah yang kamu pilih. Ada baiknya, kamu terlebih dahulu memilih beberapa pengembang untuk kemudian kamu survey jasanya, dan kamu pilih yang terbaik dari mereka.

Selain itu, jika diantara rekan-rekan kamu ada yang membeli rumah melalui developer, kamu juga bisa meminta rekomendasi atau konsultasikan rencanamu ke mereka. Atau untuk lebih memudahkan, kamu juga bisa mencari rekomendasi melalui diskusi online di internet.

Pastikan kamu memilih developer dengan reputasi yang baik serta yang bertanggung jawab. Sehingga proses dalam memiliki rumah impian, bisa dengan lancar dan segera kamu capai.

2. Pastikan KPR Disetujui Sebelum Bayar Uang Muka

Kemudian, setelah kamu menemukan pengembang yang tepat, hal penting selanjutnya yang harus perhatikan adalah proses pembayaran.

Saat kamu memutuskan untuk mengambil perumahan di pengembang, pastikan dulu bahwa permohonan KPR sudah disetujui oleh pihak bank. Jangan sekali-kali melakukan pembayaran uang muka (DP) kepada pihak developer sebelum KPR disetujui.

Jangan termakan iming-iming yang menerangkan bahwa developer tersebut punya kerjasama dengan bank tempat mengajukan kredit. Karena beberapa kasus yang sudah terjadi, saat DP sudah dibayarkan dan kredit KPR akhirnya tidak disetujui oleh bank, uang DP tersebut susah untuk kembali. Bila masih beruntung dikembalikan jumlahnya sudah tidak full karena ada potongan dari pengembang berapa persen.

3. Teliti dengan Proses Balik Nama Sertifikat

Saat kamu memilih membeli rumah melalui developer dengan cara kredit, maka sertifikat rumah pasti masih atas nama perusahaan developer yang kamu pilih. Oleh karenanya, kamu perlu menanyakan hal ini sejak awal, misalnya mengenai waktu disepakatinya balik nama sertifikat rumah.

Walaupun biasanya hal tersebut sudah tercantum di dalam surat akad jual beli, tapi jangan pernah ragu untuk menanyakan langsung kepada pengembang.

Proses balik nama sertifikat rumah sangat penting, karena jika sertifikat rumah sudah tertera atas nama kamu, kamu bisa disetujui jika ingin melakukan take over kredit rumah ke bank lain. Hal itu terjadi karena saat kamu mengajukan bentuk pembiayaan baru dari bank lain, maka yang diminta adalah sertifikat rumah yang sudah tertera atas nama kamu.

Jika pengalihan sertifikat kepemilikan dari developer belum dialihkan atas nama kamu, besar kemungkinan, kamu tidak bisa melakukan take over. Ini merupakan hal yang harus dipertimbangkan sejak awal, saat memilih bank sebagai sumber KPR.

4. Perhatikan Surat-Surat Penting

Selain balik nama sertifikat rumah, surat-surat penting lainnya yang juga perlu kamu urus saat membeli rumah melalui developer adalah Akte Jual Beli (AJB), status Sertifikat Hak Milik (SHM), dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan menyelesaikan urusan AJB, kamu akan mendapatkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dari pihak developer. SHGB ini bisa kamu gunakan untuk mengubah sertifikat menjadi SHM.

Kemudian, pentingnya mengurus IMB di Indonesia juga didasari oleh pemaparan Undang-Undang 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung, yang memiliki syarat bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Jadi, selalu pastikan bahwa rumah yang kamu beli memiliki IMB. Karena hal ini akan membantu kamu untuk menghindari berbagai masalah di kemudian hari terkait dengan izin bangunan tersebut.

5. Hindari Transaksi di Bawah Tangan

Hal yang paling terakhir, namun penting untuk kamu perhatikan adalah hindari setiap transaksi di bawah tangan, termasuk melakukan pembayaran-pembayaran tidak resmi kepada pihak pengembang. Kamu harus selalu teliti dalam menandatangani sesuatu, jangan terlalu gegabah untuk menyetujui, karena ini termasuk investasi masa depan kamu.

Nah, begitulah lima tips yang bisa kamu perhatikan agar bisa tetap aman saat membeli rumah melalui developer. Kemudian, jika kamu mau membeli atau menjual lahan, rumah dan bangunan lain, kamu bisa sertakan di laman My Property Indonesia. Selain itu, jangan lupa untuk mengunjungi artikel-artikel kami yang lainnya, ya. My Property Indonesia memberikan tips serta informasi seputar properti rumah yang sesuai budget kalangan muda.

Website | + posts

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment