Tips Membuat Vertical Garden

Selama masa pandemi, berkebun menjadi salah satu alternatif kegiatan untuk mengisi waktu sehari-hari. Bagi mereka yang ingin memulai berkebun namun mempunyai lahan terbatas untuk memulai kegiatan tersebut, membuat vertical garden adalah solusinya.

Dengan konsep vertical garden akan membuat dinding dari rumah akan menjadi lebih hidup dan enak untuk dipandang. Di samping itu, dengan ini membuat sirkulasi udara lebih lancar dan menurunkan suhu ruangan yang panas.

Lantas, bagaimana cara membuat vertical garden? Jika masih bingung untuk membuatnya, yuk simak artikel di bawah ini!

  • Kenali jenis tanaman

Sebelum kita memulai membuat vertical garden, terlebih dahulu kita harus mengetahui jenis-jenis tanaman apa saja yang cocok untuk ditanam dengan konsep tersebut. Jenis tanaman untuk ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu indoor dan outdoor.

Untuk tanaman yang cocok dengan konsep indoor adalah seperti tanaman aglonema dan kuping gajah. Alasan mengapa tanaman tersebut cocok dengan konsep indoor karena tanaman tersebut tidak dapat disimpan pada cuaca yang terik. Namun, walaupun begitu tanaman indoor ini memerlukan perhatian ekstra dalam perawatannya, seperti memperhatikan cahaya yang masuk dan jangan memberi terlalu banyak air agar akar tidak membusuk.

Sedangkan untuk tanaman yang cocok dengan konsep outdoor sangat banyak pilihannya, dimulai dari Sirih Gading, English Ivy, dan Philodendron. Jenis-jenis tanaman tersebut cocok dengan konsep outdoor karena akarnya yang kecil dan jenis tanaman yang merambat. Hal tersebut akan membuat perawatan menjadi mudah dan tanaman akan menjalar pada dinding dengan cepat.

  • Media tanam

Hindari memakai tanah jika ingin membuat vertical garden. Media tanam yang dipakai dalam konsep ini juga terbagi dalam dua jenis, yaitu indoor dan outdoor. Hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan kontruksi bangunan yang akan dijadikan vertical garden.

Konsep indoor biasa diadaptasi oleh cafe yang menggunakan konsep tropical. Agar tidak membuat tempat disekitar vertical garden menjadi kotor, biasanya media tanam yang dipakai adalah rockwool. Media tersebut terbuat dari serat mineral ringan dengan bahan dasar bebatuan. Rockwool sendiri mempunyai keunggulan seperti mampu menampung air, ramah lingkungan, dan tidak mengandung patogen yang merupakan penyakit pada tanaman.

Sedangkan untuk konsep outdoor, ada lebih banyak opsi untuk media tanamnya, namun yang paling umum digunakan adalah menggunakan sekam. Penggunaan sekam biasanya digunakan dalam konsep tanaman hidroponik. Oleh karena itu, jika sudah terbiasa berkebun dengan hidroponik, membuat vertical garden untuk outdoor bukan hal yang sulit.

  • Sistem pengairan

Dengan minimnya penggunaan tanah pada vertical garden, hal ini membuat tanaman harus diberi perhatian khusus dalam perawatannya, terutama pada sistem pengairan. Tanaman pada vertical garden akan lebih cepat kering. Oleh karena itu, tanaman harus lebihs sering disiram, terutama untuk konsep outdoor.

Agar memudahkan perawatan dalam penyiraman, disarankan menggunakan irigasi tetes dalam konsep outdoor. Cara membuat irigasi ini mudah, hanya dengan membuat lubang dibawah masing-masing media tanam, sehingga air dapat menetes ke tanaman yang ada di bawahnya. Oleh karena itu, disarankan agar menempatkan tanaman dengan lahan kering di paling atas.

Itulah tips-tips untuk membuat vertical garden. Semoga dengan tips-tips tersebut, untuk kamu yang hobi berkebun namun mempunyai lahan terbatas menjadi tercapai dengan membaca artikel ini. Jangan jadikan lahan yang terbatas menjadi penghalang hobi berkebunmu!

Nantikan tips-tips menarik kami yang berikutnya. Di My Property Indonesia kamu juga akan mendapatkan tips serta informasi seputar properti rumah yang sesuai budget kalangan muda.

+ posts

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Padjadjaran

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment
    Lewat ke baris perkakas